Jumat, 30 November 2012

Pekan Olah Raga Kota Yogyakarta 2012

Pekan Olah Raga Kota (Porkot) Yogyakarta cabang tenis meja dilaksanakan tanggal 25 - 27 November 2012. Porkot ini merupakan even antar kecamatan di wilayah Kota Yogyakarta mempertandingkan berbagai cabang olah raga. Bertempat di GOR YKPN cabang tenis meja yang mempertandingkan 7 nomor pertandingan yakni beregu putra, beregu putri, tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.
Berikut hasil lengkap Porkot 2012 :
Beregu Putra 
  1. Kecamatan Mergangsan
  2. Kecamatan Wirobrajan
  3. Kecamatan Kraton dan Kecamatan Gedongtengen
Beregu Putri
  1. Kecamatan Jetis
  2. Kecamatan Mergangsan
  3. Kecamatan Wirobrajan dan Kecamatan Mantrijeron
 Tunggal Putra
  1. Dimas Purnananda (Kec. Mergangsan)
  2. Brian Lolobua (Kec. Mantrijeron)
  3. Firdaus (Kec. Jetis) dan Ikhsan (Kec. Wirobrajan)
Tunggal Puti
  1. Putri (Kec. Mantrijeron)
  2. Dayu (Kec. Mergangsan)
  3. Nia (Kec. Jetis) dan Vera (Kec. Jetis)
Ganda Putra
  1. Nanda / Fajar (Kec. Mergangsan)
  2. Ikhsan / Waisya (Kec.Wirobrajan)
  3. Yahya / Arif (Kec. Kotagede) dan Soim / Adhi (Kec. Gedongtengen)
Ganda Putri
  1. Vera / Nia (Kec. Jetis)
  2. Mita / Estu (Kec. Jetis)
  3. Putri / Yunita (Kec. Mantrijeron) dan Virna / Vina (Kec. Wirobrajan)
Ganda Campuran
  1. Putri / Brian (Kec. Mantrijeron)
  2. Vera / Firdaus (Kec. Jetis)
  3. Dayu / Fajar (Kec. Mergangsan) dan Soim / Nova (Kec. Gedongtengen)

Senin, 05 November 2012

Dato Sri Tahir Mengundurkan Diri Dari Ketua Umum PB PTMSI

Meski baru saja terpilih kembali untuk yang ketiga kalinya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) masa bakti 2012-2016, kemarin Jum'at 2 November 2012, Dato Sri Tahir secara mendadak membuat keputusan yang mengejutkan. Dato Sri Tahir memutuskan mundur dari jabatan tersebut. ”Saya memutuskan mundur dari jabatan ini. Sudah tiga periode. Sudah lebih dari cukup,” katanya di Jakarta kemarin.
Keputusan Tahir ini dianggap mengejutkan oleh banyak pihak karena posisi Ketua Umum yang dijabatnya sekarang ditempuh melalui jalan yang cukup panjang dan berliku. Tahir sebelumnya terpilih kembali sebagai Ketua Umum di Munaslub yang dilakukan di Hotel Merrlyn Park, Jakarta tahun 2011 dengan mengubah AD/ART terlebih dahulu. Namun, setelah adanya gugatan dari salah satu Pengprov yang tergabung di dalam Komite Penyelamat Tenis Meja Indonesia (KPTMI) ke BAORI, hasil Munaslub tersebut kemudian dianulir oleh Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia yang di pertengahan tahun 2012 menyatakan Munaslub PTMSI itu tidak sah dan PTMSI harus menyelenggarakan Munas ulangan.

Musyawarah nasional untuk memilih Ketua Umum diulang di Solo pada tanggal 24-25 September 2012. Hasilnyapun ternyata sama persis dengan Munaslub PTMSI 2011 dan Tahir akhirnya tetap menjadi Ketua Umum setelah menang dengan telak di proses voting pemilihan Ketua Umum.

Tahir menjelaskan, dia mundur karena iklim di organisasi cabang olahraga tenis meja ini sekarang sudah tidak kondusif. Dia menyebutkan intervensi KONI Pusat dalam penunjukan nama-nama atlet tenis meja di Pelatnas SEA Games Myanmar 2013 sebagai salah satu faktor, juga penempatan personel pengurus di kepengurusan PB PTMSI yang tidak sesuai dengan visi misinya. ”Dalam formatur organisasi, yang ditujukan kepada saya, banyak ketua pengurus daerah yang menjadi pengurus. Hal seperti itu tidak saya inginkan. Itu tidak benar,” katanya.

Tahir beralasan, dia tidak ingin menggunakan hak prerogatifnya sebagai ketua umum untuk menempatkan personel. ”Saya tidak mau. Saya menghormati. Saya dipilih oleh kedaulatan pengda-pengda. Kalau tidak ada kecocokan, ya saya mundur. Saya harus tunjukkan sikap demikian,” ujarnya. Salah satu anggota tim formatur dari Jawa Tengah, M. Farchan, menyatakan, susunan kepengurusan PB PTMSI yang di AD/ART baru akan disebut sebagai PP PTMSI itu belumlah final. ”Keputusan terakhir personel yang duduk dalam kepengurusan berada di ketua umum terpilih. Kalau tak dikehendaki ketua, tak masalah,” katanya.

Muh. ArifinThahir, Ketua I Pengprov PTMSI DKI Jakarta, dan Anton Suseno, mantan petenis meja nasional yang juga sebagai ketua KPTMI, mengapresiasi langkah tersebut. ”Kita hormati keputusan beliau,” kata Anton. Tahir yang diharapkan mampu membangun gedung olahraga tenis meja di seluruh provinsi sesuai visi dan misinya di Munas Solo kemarin, tetap berjanji akan membangunnya meski hanya di tiga provinsi, dua di antaranya di provinsi NTB dan Maluku.



tenis meja.org

Pelatnas Tenis Meja Sea Games 2013 Terbentuk

Cabang tenis meja masih mempercayakan pada atlet senior untuk menoreh prestasi maksimal di Myanmar tahun 2013. Guna memenuhi semua itu, atlet senior dan junior dikombinasi masuk Pelatnas SEA Games XXVII. Strategi itu pernah diterapkan saat tenis meja berjaya di kawasan ASEAN tahun 1990-an.
“Atlet senior yang dipanggil dan namanya diajukan masuk Pelatnas SEA Games diantaranya Yon Mardiono, Muhammad Husein, Fisky Supit dan Gilang Maulana. Dengan harapan saat tampil di SEA Games XXVII nanti mampu memberikan dukungan semangat pada juniornya meraih prestasi maksimal,”ujar pelatih tenis meja nasional, Anton Suseno di Jakarta, kemarin.
Anton menegaskan, pembinaan atlet tenis meja harus mendapat perhatian serius. Dengan harapan mampu meningkatkan prestasi atlet nasional mengulang sukses di tahun-tahun sebelumnya menyumbang medali emas bagi Merah-Putih. Kondisi seperti itu yang didambakan pencinta tenis meja di Tanah Air setelah prestasi atlet nasional mengalami penurunan disetiap tampil di multi event dua tahunan ASEAN.
Para atlet yang   diajukan masuk Pelatnas SEA Games XXVII katanya, sebagian besar diambil melalui hasil PON XVIII Pekanbaru, Riau 11-20 September 2012. Melalui prestasi yang diperlihatkan di pesta olahraga nasional, diharapkan berkembang pesat saat ditempa dalam Pelatnas.
Atas pertimbangan itulah, PB PTMSI mengajukan 16 atlet masing-masing 8 putra dan 8 putri masuk Pelatnas SEA Games. Adapun atlet yang diajukan masuk Pelatnas adalah, Yon Mardiono, Muhammad Husein, Ficky Supit, Gilang Maulana, Dahlan Haruri, Donny, Triono Poijo, dan  Syaiful M Lakoro di putra.
Adapun di putri adalah, Silir Rovani, Noor Azizah, Christin Ferliana, Tri Margareta, Widya, Stella Palit, Mira F, dan Novita. Sedang pelatih, selain Anton Suseno, Ismu Harianto, Reno Handoyo dan Bambang HS. Adapun manajer dipegang Washington Galingging.
PB PTMSI  ketika dihubungi menyangkal dan menyatakan bahwa tim tersebut bukan hasil usulan mereka. PB PTMSI bahkan sudah dikirimi daftar tim Pelatnas tenis meja Sea Games 2013 tersebut secara sepihak lengkap dengan tanda tangan Tono Suratman selaku ketua Dewan Pelaksana PRIMA sekitar dua minggu lalu (19 Oktober 2012) dan sudah memberikan balasan bahwa tim tersebut bukan ajuan dari PB PTMSI dan menegaskan bahwa PB PTMSI hanya mengenal nama pelatih Rossy Pratiwi Dipoyanti, Abdul Rojak, Bobby Regar dan Sugeng Utomo Soewindo sebagai pelatih tim nasional. Pihak PB PTMSI juga tidak mengetahui atas dasar apa KONI dan Satlak PRIMA menunjuk nama-nama tersebut di dalam tim Pelatnas Sea Games 2013 dan berasumsi jika KONI Pusat melakukan intervensi langsung di dalam pembentukan tim Pelatnas PRIMA tenis meja.

Satlak Prima
Tenis Meja.org

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes